K
literature

Kotak Pensil Emas Andini

vickydbz's avatar
By vickydbz
0 Favourites
0 Comments
472 Views
Siang ini aku berangkat bersama andini berjalan menuju rumahnya. Uaahh.. panas sekali terasa.. Matahari menyengat kulitku. Di depan rumah dita,.. tiba-tiba..

"Gubraakkk..". Andini terjatuh dari sepedanya. Andini meringis kesakitan karena lututnya lecet dan berdarah.  Segera akupun menolongnya, dan memapah dini ke pinggir jalan. Untung pada saat yang sama Dita keluar dari rumahnya.

Segera setelah Dita masuk kedalam rumah dan mengambil obat-obatan, dia berlari kearah kami. "Kamu ngga apa-apa dini?", kata Dita. Andini yang membenci dita pun berkata dengan sewot, "Kamu ngga liat, apa?? ya jelas sakit lah~!!"

Kemudian aku menengahi, "Terimakasih ya Dita, biar kuobati dulu kaki dini. Nanti aku kembalikan obat-obatan ini ke rumahmu. Okey?"

Setelah dita masuk kedalam rumah, Andinipun berkata kepadaku dengan marah,"iih.. kenapa sih kamu? Jangan bersikap baik dengan pencuri seperti dia!"

Akupun menjawab dengan kalem, "Sudahlah dini, kan belum tentu si dita pelakunya." "Iya juga sih, tapi aku masih sakit hati gara-gara kotak pinsil kesayanganku hilang~!! Dan pada jam istirahat minggu lalu, hanya Dita yang ada di dalam kelas!", sahut Andini.
in Indonesian Language.. but, it's not finished yet.. :) still thinking. :)

it all about children's problem with their friends and foe. but, at the end they will become together.
Published:
© 2010 - 2021 vickydbz
Comments0
anonymous's avatar
Join the community to add your comment. Already a deviant? Log In