[9]FAWLEChapter 9
-First planned step-Kasuga hanya bisa diam memperhatikan adiknya yang kini beraut serius.
Alis matanya melekuk dalam dengan tangan kiri menopang wajah tak senangnya.
Sudah hampir dua jam Arisa seperti itu.
Kasuga bangkit berdiri perlahan untuk duduk di samping Arisa yang mengabaikan buku tebal kesukaannya di telapak tangan kanan."Arisa.." panggil Kasuga pelan.
"Hm?" Sepertinya nada menjawab Arisa terdengar sudah cukup diperhalus karena yang bertanya adalah kakaknya.
"Ng.. Kita.. ke Arander yuk." ajak Kasuga hati-hati.Tak Kasuga sangka, raut Arisa malah semakin parah.
Ia meluruskan posisi duduknya, kemudian menatap lurus k...