2.1K results
Deviations2.1K
Krisis Air Bersih di Afrika: Bantuan Global by beritaupdate, literature
Literature
Krisis Air Bersih di Afrika: Bantuan Global
Krisis Air Bersih di Afrika: Bantuan Global Mulai Berdatangan
Krisis air bersih di Afrika adalah masalah global yang serius. Jutaan orang di seluruh benua tidak memiliki akses ke air bersih dan aman, yang dapat menyebabkan penyakit, malnutrisi, dan bahkan kematian.
Penyebab Krisis Air Bersih di Afrika
Ada beberapa faktor yang berkontribusi pada krisis air bersih di Afrika. Salah satu faktor utama adalah kurangnya infrastruktur air yang memadai. Slot Maxwin Banyak daerah di Afrika tidak memiliki sistem pasokan air yang andal, yang berarti bahwa orang harus berjalan jauh untuk mendapatkan air atau mengandalkan sumber air yang tercemar.
Faktor lain yang berkontribusi pada krisis air bersih adalah perubahan iklim. Perubahan iklim menyebabkan kekeringan dan banjir yang lebih sering dan lebih parah, yang dapat merusak pasokan air dan meningkatkan risiko kontaminasi.
Dampak Krisis Air Bersih di Afrika
Krisis air bersih memiliki dampak yang signifikan pada kesehatan, pendidikan, dan mata
Professor Secret LevixReader Ch1 Deutsch Class by juneandsummer, literature
Literature
Professor Secret LevixReader Ch1 Deutsch Class
#Warning! Cerita ini berisi konten yang sedikit berbahaya
Cast : Levi Ackerman x Reader
Genre : RomanceProfessor Secret (Deutsch Class) Ch.1Kau tak pernah menyadari bahwa imajinasimu akan jauh berbeda dari kenyataannya. Hingga akhirnya suatu hari kau sadar bahwa kau telah terjebak dalam sebuah kelas bersama dengan orang yang kau benci tapi juga sangat kau sukai. Pertemuan pertamamu dengan Levi terjadi tepat disebuah pertokoan, saat kau sadar dompetmu hilang dan kau harus membayar belanjaanmu. Levi yang sedang berdiri tepat dibelakangmu menawarkan bantuannya untuk membayar belanjaan itu. Lalu peristiwa kedua terjadi, saat kau sedang digan...
The Light That Was Caged by AetherAmethyst, literature
Literature
The Light That Was Caged
Cahaya yang Terkurung
Teratai di danau hening menyimpan matahari di dadanya,
Seperti rahasia cahaya yang beristirahat di lipatan fajar.
Suatu hari, ular membisikkan ilusi agar kelopak bunga menutup rapat,
Seolah senja ingin memadamkan dirinya lebih cepat.
Ular itu meyakinkan bahwa dunia terlalu berat,
Agar teratai bersembunyi dalam air keruh yang menahan napas langit.
The lotus on the still lake keeps the sun within its chest,
A secret light resting between folds of dawn.
One day, a serpent whispered illusions urging the petals to close tight,
As if dusk wished to exitinguish itself to soon.
It convinced the lotus that the world was too heavy,
So it should hide within the murky water that holds the sky's breath.
Kabut yang dibawa ular berbisa mencoba menyelimuti hatinya,
Menciptakan senja palsu meski pagi belum habis.
Ia membisikkan bahwa dunia di luar tak lagi aman,
Bahwa angin pun telah kehilangan arah.
Ia ingin mengubah kelopak menjadi tembok,
Benteng antara bara dan cakrawala yang pernah ia percaya.
The fog carried by the venomous serpent tried to clock its heart,
Creating a false dusk though morning had barely begun.
It whispered that the world outside was no longer safe,
That even the wind had lost its way.
It wished to turn petals into walls,
A fortress between ember and horizon once trusted.
Ular itu tidak menyerang dengan taring,
Melainkan dengan kabut yang membuat cahaya tersesat,
Seperti matahari pagi yang kehilangan jalan pulang di antara awan.
Ia ingin membuat bunga percaya
Bahwa melindungi diri berarti memenjarakan jiwa,
Bahwa ketakutan adalah satu-satunya pelindung di dunia yang dingin.
The serpent did not strike with fangs,
But with mist that led the light astray,
Like a morning sun losing its way among the clouds.
It wanted the flower to believe
That protection meant imprisoning the soul,
That fear was the only guardian in a cold world.
Namun teratai tahu sesuatu:
Tak ada malam yang bisa memadamkan matahari di dalam dada.
Penjara itu hanya kabut ilusi,
Serapuh embun yang mengira dirinya hujan.
Cahaya selalu mencari jalan keluar,
Sebagaimana matahari tak pernah berhenti mencari celah di balik awan.
But the lotus knew one truth:
No night could extinguish the sun within its chest.
The prison was only illusionary fog,
As fragile as dew that thinks itself rain.
Light always seeks a way out,
As the sun never stops looking for cracks behind the clouds.
Harapan tidak mati-ia hanya tertidur sebentar.
Setiap kali permukaan danau bergetar oleh hembusan angin,
Cahaya di dalam kelopak pun bergerak,
Seperti kunang-kunang yang bangkit dari hibernasi panjang.
Ia mengingatkan bunga jiwa akan takdirnya untuk mekar,
Meski dunia sempat terasa berat di bawah kabut.
Hope never dies-it only sleeps.
Each time the lake surface trembles with a breeze,
The light inside the petals moves,
Like fireflies rising from a long hibernations.
It reminds the soul-flower of its destiny to bloom,
Even when the world felt heavy beneath the fog.
Kelopak yang menutup bukanlah kekalahan,
Melainkan cara jiwa memurnikan dirinya dari racun halus
Yang bersembunyi di sela-sela angin malam.
Bunga tahu,
Kebebasan bukan lari dari dunia,
Tapi keberanian menyalakan cahaya di tengah gelap yang berdenyut.
Closed petals are not defeat,
But the soul's way of purifying itself from subtle poison
Hidden between the folds of the night wind.
The flower understands:
Freedom is not escaping the world,
But the courage to ignite light within the pulsing dark.
Suatu pagi, air menjadi jernih,
Dan matahari menembus permukaan danau
Seperti panggilan lembut dari langit tertinggi.
Cahaya kecil itu akhirnya pecah,
Memantulkan kilau ke segala arah,
Mengembalikan teratai pada makna sejatinya.
One morning, the water cleared,
And the sun pierced the lake's surface
Like a gentle call from the highest sky.
The small light finally burst,
Scattering its shimmer everywhere,
Bringing the lotus back to its true meaning.
Ular berjubah cahaya hanya bisa melihat dari kejauhan,
Karena yang lahir dari cahaya tak dapat dikurung oleh bayangan.
Teratai kini memantulkan langit dan segala keheningannya,
Seperti jiwa yang akhirnya mengingat dirinya yang murni-
Lebih terang dari badai,
Lebih lembut dari fajar yang baru bangun.
The serpent cloaked in light could only watch from afar,
For what is born of light cannot be caged by shadow.
The lotus now reflects the sky and all its stillness,
Like a soul that finally remembers its purity-
Brighter than storms,
Softer than the newborn dawn.
Cahaya sejati tak mengenal penjara ilusi; ia selalu menemukan celah.
True light knows no prison of illusion; it always finds a way out.
Ditulis dalam hening oleh Aether Amethyst
Written in stillness by Aether Amethyst
There’s so much more art to discover.
Join the world’s biggest online art community and scroll to your art’s content.
Join DeviantArt to Continue


















