Artist's Statement
Di akhir tahun 90-an, musik pop Indonesia mulai mendapat apresiasi yang besar di negerinya sendiri. Grup band Padi dari Surabaya salah satunya, telah mampu menggebrak panggung musik dan chart radio tanah air.
Album pertama grup band Padi yang berjudul Lain Dunia berhasil terjual sampai 600.000 kopi. Diikuti album kedua mereka Sesuatu Yang Tertunda pun laris hingga 1,6 juta kopi, hanya dalam hitungan hari. Di balik kesuksesan Padi, ada seorang konseptor grup dan juga pencipta sebagian besar lagu-lagu hits dari Padi. Ia adalah Satrio Yudi Wahono atau lebih dikenal dengan nama Piyu. Seorang gitaris yang paling bekerja keras dalam bisnis musik beberapa tahun ke belakang. Dari singgasana kerajaan gitarnya inilah Piyu bergerak menghadapi perjuangan hidupnya yang inspiratif. Piyu dilahirkan pada tanggal 15 Juli 1973. Ia lahir dan besar di Surabaya. Di rumah ia telah terbiasa mendengarkan musik karena kakaknya setiap pagi selalu menyetel lagu-lagu seperti Queen, Joan Baez, Led Zappelin, John Denver, sampai Koesplus pun ada. Dan ada juga latihan paduan suara, karena ibunya seorang pengajar musik. Jadi selain terbiasa memainkan gitar, ia juga terbiasa mendengarkan musik. Di dalam rumah yang riuh-rendah dengan suara musik yang terus mengalun telah menjadi keseharian Piyu, musikalitas Piyu pun lambat laun semakin terasah, dalam setiap denyut dan nafasnya ia mengaku yang ada hanyalah musik. Awal ketertarikan Piyu pada gitar, justru telah ia peroleh secara tidak sadar dari hobi menggambarnya. Saat masih kelas 5 SD, ia sering membuat gambar pemain gitar sama vokalisnya. Karena mencontoh salah satu kaset yang pernah dibelinya The Best Of Led Zappelin yang ada gambar Jimmy Page pake gitar Les Paul, dengan vokalisnya. Tanpa ia sadari dari hobinya itu ia terarah untuk bisa main gitar. Suatu waktu di sekolah menengah, Piyu terpesona pada seorang teman, karena kepiawaiannya bermain gitar . Ia pun tertarik dan minta diajari namun perkataan sang teman telah membuat Piyu merasa teremehkan. Jadi pada saat dia mainin lagu Stairway To Heaven (Led Zappelin), aku minta diajarin. Dia bilang gini malah, kamu nggak bakal bisa, karena lagu ini susah buat kamu. Waduh... dari situ saya kecewa banget. Gila! Kayak terasa diremehkan banget. Dari situlah saya mulai belajar main gitar, ungkap Piyu. Namun hobi barunya menekuni gitar, kerap mengganggu nilai-nilai pelajaran formal Piyu di sekolah. Beruntung sang ayah yang berlatar belakang militer menerapkan pola hidup disiplin untuk Piyu dan saudara-saudaranya. Kedisplinan kecil seperti bangun pagi yang membuatnya fokus akan tujuan hidup. Kedisplinan juga lah yang membuatnya mampu mengatur keuangannya dengan baik. Walau pun sang ayah dalam masa pensiun kala itu, Piyu tetap mendapatkan keinginan-keinginannya untuk membeli buku dengan menabung. Musik dan disiplin yang saling berpaduan telah mengiringi masa kecil Piyu. Sebuah bekal yang kuat dan taktis untuk mengarungi kompetisi kehidupan saat Piyu dewasa kelak. Lalu dari manakah asal-muasal nama Piyu? Waktu SMP kelas 2, ia menyanyikan The View To Kill pakai gitar. Akhirnya ia suka The View. Saat temannya ngeliat "apa itu The View? udah Piyu aja, bukan View tapi Piyu." Dan akhirnya dipanggil Piyu. Akhirnya setiap kali kenalan ia selalu pake nama Piyu. Setelah bangku sekolah berhasil ia tamatkan, di dalam masa akhir kuliahnya Piyu mulai memikirkan akan pencapaian hidup selanjutnya. Ia pun memutuskan ke Jakarta tahun 1995 untuk sebuah ujian ketahanan hidup yang mandiri. Sampai di Jakarta Piyu mulai bekerja serabutan, dari mulai bekerja di bengkel sampai menjadi tenaga kebersihan di supermarket. Namun pekerjaan seperti itu tidak pernah ia pikirkan sebagai sesuatu yang pahit atau membuatnya rendah diri. Namun di sela pekerjaannya Piyu tetap menyempatkan diri untuk mempelajari mekanisme dunia rekaman musik dengan mengunjungi perusahaan-perusahaan rekaman. Bahkan ia mulai berusaha mengingat nama-nama dan tokoh-tokoh yang aktif. Di dunia permusikan kala itu, setelah pengalaman hidup di Jakarta telah ia rasa cukup. Piyu pun pulang ke Surabaya dengan bekal pengetahuan tentang dunia rekaman dan koneksi-koneksi yang ia jalin selama di Jakarta. Sekembalinya, di Surabaya Piyu mulai mengumpulkan teman-temannya untuk membentuk band. Terbentuklah sebuah band bernama Soda yang kemudian berganti menjadi Padi setelah dirasa mantap berangkatlah kembali Piyu ke Jakarta dengan tujuan menawarkan demo bandnya pada perusahaan-perusahaan rekaman di Jakarta. Perjalanan bersama teman-teman bandnya menuju ke Jakarta pun ia rasakan sebagai suatu perjuangan tersendiri. Jadi dalam membuat demo rekaman contoh master banyak sekali perjuangan yang harus kita jalani bersama-sama. Kita harus naik kereta ekonomi, tidur di depan toilet, tidur di bawah dengan alas tabloid yang kita susun-susun, terus bantalnya pake bantal tas. Itu kita jalanin sampe akhirnya ketemu dapat kontak rekaman single, dan akhirnya banyak sekali manggung. Dari single Sobat itu akhirnya kita malah ditawarin rekaman satu album, dan kita dikontrak 4 album untuk pertama, lalu total kontrak 8 album. Piyu merasa band yang ia bentuk merupakan sebuah proses perjuangan yang tidak bisa dibilang main-main. Ada cerita menarik yang bisa diambil sebagai hikmah dari totalitasnya dalam mengusahakan suatu karya musik untuk sampai ke telinga pendengar. Buah dari kerja kerasnya tidak sia-sia. Nama Padi mulai masuk dalam jajaran band papan atas tanah air. Penghargaan-penghargaan atas prestasinya pun membanjiri kontrak beberapa iklan produk mereka tandatangani. Puncaknya adalah lagu Work Of Heaven terpilih mewakili Indonesia sebagai salah satu lagu yang masuk dalam album musik kompilasi. Dalam gelaran piala dunia 2002, sebuah pencapaian dari perjuangan dan jawaban atas sebuah totalitas berkarya terjawab sudah. Perjumpaan dengan Flo sang istri yang bernama panjang Anastasia Florine Limasnax diawali dengan pertemuan dengan seorang teman lamanya Lala Hamid yang mengirim sms. Kecocokan pun terjalin di antara Piyu dan Flo. Pada 17 September 2005, Piyu menikahi Flo. Pesta pernikahan pun digelar di Uluwatu, Bali. Sedangkan upacara pemberkatannya dilakukan secara khidmat di gereja protestan Bali. Ada penggalan cerita yang sedikit menegangkan saat- saat Piyu akan menjelang pernikahan kala itu. Jadwal tour Padi baru saja keluar, Piyu harus keluar kota selama 5 bulan lamanya. Sedangkan waktu pernikahan dan persiapan pesta juga mendesak. Akhirnya pesta pernikahan pun dapat terwujud dengan indah tepat pada waktunya. Di sela-sela jeda tour Padi. Setidaknya konsistensi maupun konsekuensi Piyu pada pekerjaannya dengan mengesampingkan hal pribadi dapat dipetik sebagai pelajaran. Pernikahan Piyu dengan Flo akhirnya membuahkan kelahiran dua putri yang cantik Anastasia Mikayla Satrio dan Arriana Noella Satrio. Keluarga bagi Piyu adalah tempat untuk mewujudkan cita-cita. Jika ia punya impian pasti punya harapan, semuanya untuk keluarga. Ia ingin memiliki rumah, sesuatu, atau memiliki masa depan yang lebih baik untuk keluarga. Keluarga baginya adalah target impian. meraih mimpi targetnya adalah untuk menyenangkan keluarga. Sebuah perjuangan membuahkan keindahan bagi Piyu. Ada istri yang ia cintai dan anak-anak yang dihadiahi Tuhan untuknya merupakan curahan cinta, harapan untuk terus berkarya, dan memperjuangkannya mimpi-mimpi barunya. Piyu kini tengah memulai mimpi-mimpi barunya bersama sang istri. Ia mencoba wilayah manajemen dan publishing artis dengan mengontrak beberapa band dan penyanyi untuk ia produseri di bawah payung E-motion Entertainment. Nama-nama seperti Drive, Titi Kamal, dan Armada pun turut ia produseri. Sejauh ini keterlibatan Piyu lebih kepada konseptor, develop, dan juga vision. Terbesit setitik harap untuk mimpi-mipi barunya ini agar bias menjadi perusahaan yang solid, yang tahan dari segala macam situasi, dan menjadi perusahaan industri musik yang besar nantinya. Dalam menjalani perjuangan hidup setiap orang punya prinsip hidupnya sendiri, begitu juga seorang Piyu. Ia menjalani semua prinsip hidupnya langkah demi langkah, dan selalu nggak pernah berhenti untuk bermimpi. Sebuah angan yang belum Piyu realisasikan adalah mempunyai suatu tempat yang besar, dimana ia bisa mengumpulkan anak-anak muda, dan banyak orang untuk bisa share ilmu dan belajar. Sebuah kehidupan tak mengenal batasnya sampai ia berhenti dengan sendirinya. Sebuah hasil dari pencapaian bukan merupakan akhir kisah selama nafas dan denyut nadi masih ditiupkan sang kuasa, selama itu pula mimpi-mimpi baru terbentang di mega-mega supaya siap untuk diraih kembali. Sementara itu, perjuangan-perjuangan baru pun akan siap menantang untuk dimenangkan Piyu. |
30% off Fine Art Prints
Paper Prints: Premium giclée prints on high-quality paper stock. learn more... FRAME: IMAGE SIZE: IMAGE SIZE: IMAGE SIZE: Canvas Prints: Combining simplicity and elegance, our Canvas Prints are the classic way to present your art. learn more... FRAME: IMAGE SIZE: IMAGE SIZE: IMAGE SIZE: Photo Prints: High-quality prints in glossy, matte and lustre finishes. learn more... FINISH: IMAGE SIZE: IMAGE SIZE: IMAGE SIZE: |
Add Media
Style